Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2013

Rumah Tua

Perkenalkan, aku si Rumah Tua. Aku telah ada saat kota ini baru saja ditetapkan sebagai ibukota kabupaten. Aku tak memiliki banyak teman karena memang kota ini masih sepi penghuni. Bangunan yang masih bisa dihitung dengan jari. Jalanan kotapun masih seadanya dilapisi tanah putih dan belum banyak kendaraan yang lalu lalang selain kendaraan dinas para pegawai pemerintahan dan usif . Kota ini dikenal karena udaranya yang dingin menusuk namun belum apa-apa jika dibandingkan saat itu. Beberapa kali kota ini dilanda hujan es padahal pulau ini begitu tandus dan hanya dikelilingi sabana. Kamu bisa bayangkan betapa sepinya diriku. Mematung sendirian dan kedinginan. Sampai suatu saat datang satu keluarga. Sang ayah, pria berperawakan tinggi, tampan dan berkulit coklat . Ia didampingi seorang istri yang tinggi juga cantik, kulitnya kuning. Sungguh pasangan yang serasi. Aku begitu bahagia saat melihat keluarga ini datang. Terima kasih Tuhan, aku tidak kesepian lagi. Dan benar saja aku ti...