Masboeloh, masalah boeat loh?
Masalah adalah kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Jalan yang dilalui ternyata tak semulus yang dibayangkan. Ada batu besar, semak duri, jurang, dan lain-lain. Batu ini kelihatannya terlalu besar untuk diangkat, tak kuasa untuk mengangkat atau sekedar menggesernya. Semak ini terlalu tebal untuk dibabati, golok tak cukup tajam untuk menebasnya habis. Jurang ini terlalu lebar untuk diseberangi, tak mungkin membangun jembatan hingga ke seberang. Tekanan yang datang terlalu dahsyat. Beberapa bisa diatasi tapi tetap saja datang dan datang lagi. Satu masalah mendatangkan masalah yang lain. Sehingga tak ada toleransi untuk membuat kesalahan yang akan mendatangkan masalah. Sekali masalah itu datang, ia akan memicu masalah yang lain.
Semua orang pasti punya masalah tapi kenapa mereka selalu mudah menemukan jalan keluar bahkan sepertinya itu bukan masalah buat mereka. Hidup mereka seperti jalan tol, mulus tanpa hambatan;melesat bagai rudal squad. Bahkan beberapa menari-nari di atas masalah (penderitaan) orang lain. Senang liat orang lain susah.
Katanya kalau punya masalah ceritakanlah kepada orang lain. Itu bisa sdikit meringankan. Iya, sudah dilakukan. Dan mereka tidak bisa mengerti, mereka tak mau mendengarkan, beberapa justru sebaliknya menghakimi. Jika kamu mendapatkan masalah, yang lain dengan lantangnya mengatakan itu "teguran" atas kesalahan yang dibuat, harus banyak berbuat baik biar supaya tidak dapat "teguran". Ah apa tidak terbalik tuh? Kebanyakan orang baik justru paling sering dapat masalah. Dengan demikian tak ada yang bisa memberikan solusi.
Dengan adanya masalah yang besar, tekanan yang dahsyat dan bertubi-tubi, tak ada yang mau mendengar, malah mencibir dan menghakimi maka hal yang paling mudah adalah mencari jalan pintas. Banyak jalan pintas yang dunia tawarkan. Mencari kesenangan untuk sesaat melupakan masalah lewat minuman keras, seks, hiburan malam, korupsi, bahkan memilih mengakhiri hidup. Apakah itu jalan pintas? Iya, jalan pintas ke masalah yang lebih besar.
Mungkin jalan pintas (solusi) yang bisa sedikit membantu menurut saya adalah dengan menulis masalahmu, kekesalanmu, harapanmu atau apa pun seperti yang sedang saya lakukan ini, hehehe.. Tapi kalau tidak cukup efektif sebaiknya sejak awal anda berdoa pada Tuhan. Saya rasa dan saya pikir itulah solusi yang terbaik. Bukankah Dia yang menciptakan dunia dan isinya? Dia juga yang mengizinkan masalah-masalah itu datang? Pastinya Dia akan mendengarkan doa yang dipanjatkan dengan sungguh-sungguh sekalipun yang memanjatkannya penuh dosa.
Jadi kesimpulannya tunggu apalagi? Mari kita berdoa.. :-)
Soe, 16 Januari 2014
tengah malam saat angin bertiup kencang..
Komentar
Posting Komentar